Apakek

Saturday, January 8, 2011

Spion Itu Penting Bro!

Dulu waktu kelas 5 SD, saya udah latihan naik motor. Di desa, di jalan berbatu yang kecil, sepi, dan damai... Rasanya naik motor ya gampang-gampang aja. Tinggal gas, tambahin gas, oper gigi persneling, turunin gas, oper gigi lagi, rem, dan seterusnya. Gitu aja kok!

Tapi muncul pertanyaan: kenapa harus punya SIM?

Ternyata kita harus punya SIM supaya terbukti kalau kita memang sudah layak untuk mengendarai motor di jalan raya. Nah, layak atau tidaknya nggak cuma dari keterampilan oper gigi, tapi juga toleransi kepada pengguna jalan lainnya. Termasuk menggunakan spion.

Selama ini, spion banyak dianggap remeh oleh pengendara sepeda motor (maaf stereotype). Perhatikan deh kalau tidak hanya di Jakarta, bahkan di daerah, banyak motor yang nggak dilengkapi spion. Banyak juga yang spionnya cuma....

spion kecil yang buat hiasan doang/asal gak ketilang polisi...

Saturday, December 18, 2010

Don't Judge a Book by It's Cover!

Well, begini ceritanya.


Sore tadi, gw dan bapak gw mampir ke toko ban buat nyari ban baru. Pergilah ke suatu toko ban di bilangan Mampang yang direkomendasikan banyak user forum di internet. Namanya BRB (bukan Be Right Back -__-). Tokonya gak gede-gede amat. Termasuknya kecil banget malah kalau dibandingkan dengan toko ban dekat Soto Balap di Tanjung Barat.


Begitu sampai, pintu mobil sisi gw langsung dibukain sama orang yang (sepertinya) karyawan toko ban itu. Terus, bapak gw nanya-nanya ban.


Jadi, ban mobil kami merknya Dunlop. Buerisiknya bukan main, baru digeber 90 km/h aja udah ribut. Nah, karena itulah pengen cari yang baru, yang bukan Dunlop.

Setelah agak lama tanya merk dan harga, bapak gw nanya ke orang itu yg dari tadi ngeladenin kami, "Kalo Dunlop tuh berisik banget kenapa, ya? Apa karena itu udah tipis? Ato kembangannya yang jelek?"

Kemudian, secara misterius dia bilang.... "Nggak ah, Boss! Saya pake Dunlop buat Mercedes saya!"

BUSET, pegawai kayak dia aja pake Mercedes!! Dan kekagetan gw belum selesai di situ..

"S Class saya pake Dunlop! Gak berisik ah!"

Gileeeeeeeeeeeeeeeeee, terbengong-bengong gw sumpah. Orang yang gw kira cuma pegawai toko ban itu ternyata bossnya euy!

Di samping itu, tokonya yang kecil dan harga bannya jauh lebih murah sekian ratus ribu dibandingkan toko lain itu, ternyata bisa bikin bosnya punya S Class. Well, gw gatau dia punya S Class tahun berapa, beli seken atau baru. Andaikan beli seken, harga untuk yang tahun 2000 aja masih mahal banget, sob!

Sumpah, low profile banget. Seorang yang ngebukain pintu mobil dengan cuma pake kaos oblong yang udah bolong-bolong, celana bahan lusuh, dan rada lusuh. Cara ngomongnya pun ngablak, dan selalu menyebut customernya dengan sebutan "Boss". Orang yg gw kira cuma pegawai, ternyata bosnya o_o

Dunia memang susah ditebak.

Tuesday, December 14, 2010

Bone-Bone dan Tidak Merokok

Selasa (13/12), harian Kompas menuliskan artikel tentang kearifan lokal desa Bone-Bone yang melarang warganya untuk merokok, serta melarang untuk menjual makanan anak yang mengandung MSG. Jadi, yang dijual untuk anak terbatas pada makanan tradisional yang lebih sehat tentunya.

Walaupun sebatas "desa", saya kagum karena melihat warganya yang sedemikian maju cara berpikirnya. Menanggapi kebijakan untuk tidak merokok, semula warga keberatan. Namun nyatanya, walaupun dipaksa, warga yang rata-rata bermatapencahariaan sebagai petani kopi ini merasakan manfaat yang sesungguhnya dari tidak merokok.

Well, silakan baca saja artikelnya di sini

Tuesday, December 7, 2010

Mathematics Has (Successfully) Destroying My Dream

Sumatif klaar, dan yang tersuram itu ya math. Oke, sebenarnya nggak suram juga. Gw ngerti dan bisa menghadapi masalah matematika. Tapi, nggak ngerti deh, kenapa setiap kali tes math, begitu dibagiin soal langsung blank tidak bisa bereaksi bagaikan bertemu iblis. Apakah karena efek nggak dikasih kertas coret-coretan?

Sementara nilai yang lain kunjung terdongkrak, matematika tidak kunjung membaik. Bagaikan kura-kura vs. roket lah.

Nampaknya angan-angan yang sudah disusun bertahun-tahun lamanya akan pupus. Haha.

Entahlah apa yang sedang direncanakan oleh yang Maha Merencanakan.

Tuesday, November 16, 2010

Sebastian Vettel

...Sebastian Vettel memimpin di depan, terpaut sekitar 10 detik dari Alonso. Vettel tinggal menjalani 2 tikungan, dan Alonso masih terlihat santai di 6 tikungan terakhir. Penonton berdebar-debar, akankah mesin mobil Vettel koyak? Yak, akhirnya Vettel pun berhasil mencapai finish dengan urutan pertama, namun belum berarti Vettel menjadi juara dunia. Vettel masih galau, tak mengerti bagaimana nasibnya: akankah saya menjadi juara dunia? Terlihat Alonso terus berjuang untuk menyalip Petrov. Jika Alonso berhasil menyalip Petrov, maka Alonso-lah juara dunia. Namun bila gagal, Vettel sang juara. Tikungan terakhir benar-benar mendebarkan.... Alonso terlihat sangat bernafsu untuk menyalip Petrov. Tancap gas. Dan....

Eid Mubarak! Eid Mubarak!

Malam ini (menurut perhitungan rukyat) adalah malam takbiran. Jadi, besok (17/11) adalah Idul Adha!! Sementara, menurut hisab, Idul Adha sudah berlangsung hari ini (16/11). Yap, terjadi perbedaan perayaan Idul Adha.

Nah, penentuan awal hari di bulan-bulan hijriyah sendiri itu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu hisab dan rukyat. Sebelumnya, apa sih hisab dan rukyat?

Hisab, berarti penghitungan. Jadi, awal bulan ditentukan dengan penghitungan astronomi. Kemudian, ada pula Rukyat. Rukyat berarti mengamati hilal. Hilal adalah bulan sabit sangaaat kecil yang muncul pada setiap awal bulan kalender hijriyah. Pengamatan hilal dilakukan pada menjelang maghrib. Apabila sore itu hilal terlihat, maka hari itu dinyatakan telah masuk awal bulan di kalender hijriyah. Sedangkan bila tidak terlihat, maka digenapkan jumlah hari pada bulan sebelumnya menjadi 30 hari.

Saturday, November 13, 2010

Post

Sudah lama nggak post....

Banyak hal terlewat. Besok deh post lagi.